0 Download surat izin/Sakit Sekolah
Jumat, 31 Januari 2014
ada acara keluarga, tapi besok sekolah belum nulis surat izin sekolah ? naaah disini ada downloadnya , kamu nanti tinggal klik link di bawah ini terus sama kamu nulis surat izin sekolahnya yaa
Read more
niih Download surat izin boloz_-_By; Reynaldi
By: Reynaldi Date: 01/02/2014
0 Biologi SMP Kelas 8
.
Read more
Berikut ini merupakan dari materi biologi SMP kelas 8 atau biologi SMP kelas 2
yang kami telah rangkum dari berbagai sumber, mungkin ini akan sedikit
berbeda dengan apa yang ada di sekolah Anda masing-masing karena
pengembangan silabus di setiap sekolah berbeda mengingat kebijksanaan
yang diambil oleh tiap guru mata pelajaran di tiap sekolah berbeda
terkhusus pada mata pelajaran biologi.
Pertumbuhan dan Perkembangan
A. Pertumbuhan dan Perkembangan
A. Pertumbuhan dan Perkembangan
Sistem Gerak pada Manusia
A. Sistem Gerak
A. Sistem Gerak
D. Persendian
E. Otot
F. Gangguan pada Sistem Gerak
E. Otot
F. Gangguan pada Sistem Gerak
Sistem Pencernaan pada Manusia
A. Makanan dan Fungsinya
B. Organ-Organ Pencernaan
A. Makanan dan Fungsinya
B. Organ-Organ Pencernaan
Sistem Pernapasan pada Manusia
A. Organ-Organ Pernapasan
A. Organ-Organ Pernapasan
Sistem Peredaran Darah pada Manusia
A. Darah
A. Darah
Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan
A. Struktur Tumbuhan
A. Struktur Tumbuhan
Bahan Kimia dalam Kehidupan
A. Bahan Kimia yang Ada di Rumah
A. Bahan Kimia yang Ada di Rumah
Kata Kunci :
biologi kelas 8,materi biologi kelas 8,materi biologi kelas 8 semester 2,biologi kelas 8 semester 2,MATERI Ipa kelas 8 Semester 2,materi biologi smp kelas 8,materi biologi kelas 8 semester 1,ipa biologi kelas 8,materi biologi smp kelas 8 semester 2,pelajaran ipa kelas 8 semester 20 ARTIKEL IPA By : Reynaldi
Mengenal Lebih Dalam tentang Deterjen
Sebagai bahan pembersih
lainnya, deterjen merupakan buah kemajuan teknologi yang memanfaatkan bahan
kimia dari hasil samping penyulingan minyak bumi, ditambah dengan bahan kimia
lainnya seperti fosfat, silikat, bahan pewarna, dan bahan pewangi. sekitar tahun
1960-an, deterjen generasi awal muncul menggunakan bahan kimia pengaktif
permukaan (surfaktan) Alkyl Benzene Sulfonat (ABS) yang mampu menghasilkan
busa. Namun karena sifat ABS yang sulit diurai oleh mikroorganisme di permukaan
tanah, akhirnya digantikan dengan senyawa Linier Alkyl Sulfonat(LAS)
yang diyakini relatif lebih akrab dengan lingkungan.
Pada banyak negara di dunia penggunaan ABS telah dilarang dan diganti dengan LAS. Sedangkan di Indonesia, peraturan mengenai larangan penggunaan ABS belum ada. Beberapa alasan masih digunakannya ABS dalam produk deterjen, antara lain karena harganya murah, kestabilannya dalam bentuk krim/pasta dan busanya melimpah.
Penggunaan sabun sebagai
bahan pembersih yang dilarutkan dengan air di wilayah pegunungan atau daerah
pemukiman bekas rawa sering tidak menghasilkan busa. Hal itu disebabkan oleh
sifat sabun yang tidak akan menghasilkan busa jika dilarutkan dalam air sadah
(air yang mengandung logam-logam tertentu atau kapur). Namun penggunaan deterjen
dengan air yang bersifat sadah, akan tetap menghasilkan busa yang berlimpah.
Sabun maupun deterjen yang dilarutkan dalam air pada proses pencucian, akan membentuk emulsi bersama kotoran yang akan terbuang saat dibilas. Namun ada pendapat keliru bahwa semakin melimpahnya busa air sabun akan membuat cucian menjadi lebih bersih. Busa dengan luas permukaannya yang besar memang bisa menyerap kotoran debu, tetapi dengan adanya surfaktan, pembersihan sudah dapat dilakukan tanpa perlu adanya busa.
Opini yang sengaja dibentuk bahwa busa yang melimpah menunjukkan daya kerja deterjen adalah menyesatkan. Jadi, proses pencucian tidak bergantung ada atau tidaknya busa atau sedikit dan banyaknya busa yang dihasilkan. Kemampuan daya pembersih deterjen ini dapat ditingkatkan jika cucian dipanaskan karena daya kerja enzim dan pemutih akan efektif. Tetapi, mencuci dengan air panas akan menyebabkan warna pakaian memudar. Jadi untuk pakaian berwarna, sebaiknya jangan menggunakan air hangat/panas.
Pemakaian deterjen juga kerap menimbulkan persoalan baru, terutama bagi pengguna yang memiliki sifat sensitif. Pengguna deterjen dapat mengalami iritasi kulit, kulit gatal-gatal, ataupun kulit menjadi terasa lebih panas usai memakai deterjen.
Pada banyak negara di dunia penggunaan ABS telah dilarang dan diganti dengan LAS. Sedangkan di Indonesia, peraturan mengenai larangan penggunaan ABS belum ada. Beberapa alasan masih digunakannya ABS dalam produk deterjen, antara lain karena harganya murah, kestabilannya dalam bentuk krim/pasta dan busanya melimpah.
Penggunaan sabun sebagai
bahan pembersih yang dilarutkan dengan air di wilayah pegunungan atau daerah
pemukiman bekas rawa sering tidak menghasilkan busa. Hal itu disebabkan oleh
sifat sabun yang tidak akan menghasilkan busa jika dilarutkan dalam air sadah
(air yang mengandung logam-logam tertentu atau kapur). Namun penggunaan deterjen
dengan air yang bersifat sadah, akan tetap menghasilkan busa yang berlimpah.Sabun maupun deterjen yang dilarutkan dalam air pada proses pencucian, akan membentuk emulsi bersama kotoran yang akan terbuang saat dibilas. Namun ada pendapat keliru bahwa semakin melimpahnya busa air sabun akan membuat cucian menjadi lebih bersih. Busa dengan luas permukaannya yang besar memang bisa menyerap kotoran debu, tetapi dengan adanya surfaktan, pembersihan sudah dapat dilakukan tanpa perlu adanya busa.
Opini yang sengaja dibentuk bahwa busa yang melimpah menunjukkan daya kerja deterjen adalah menyesatkan. Jadi, proses pencucian tidak bergantung ada atau tidaknya busa atau sedikit dan banyaknya busa yang dihasilkan. Kemampuan daya pembersih deterjen ini dapat ditingkatkan jika cucian dipanaskan karena daya kerja enzim dan pemutih akan efektif. Tetapi, mencuci dengan air panas akan menyebabkan warna pakaian memudar. Jadi untuk pakaian berwarna, sebaiknya jangan menggunakan air hangat/panas.
Pemakaian deterjen juga kerap menimbulkan persoalan baru, terutama bagi pengguna yang memiliki sifat sensitif. Pengguna deterjen dapat mengalami iritasi kulit, kulit gatal-gatal, ataupun kulit menjadi terasa lebih panas usai memakai deterjen.



